Malang, Bhirawa —Dr Roy Pakar Lingkungan Universitas Muhammadiyah (UMM) Upaya menekan laju polusi sampah plastik dan bahaya paparan mikroplastik pada tubuh manusia dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah tangga. Langkah-langkah sederhana namun konsisten dinilai menjadi benteng pertahanan utama dalam mengurangi penggunaan single-use plastic (plastik sekali pakai).
Peria pemilik nama lengkap Dr. Roy Hendroko Setyobudi, kepada wartawan Kamis 13/9 kemarin di Pasuruan mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam membatasi penggunaan plastik di area domestik, khususnya di dapur, sangat krusial.
Salah satu bentuk aksi nyata yang paling mudah diterapkan adalah dengan selalu membawa tas belanja sendiri dari rumah saat bepergian atau berbelanja, guna menghindari penggunaan kantong kresek dari toko.
Baca Juga :Babinsa Koramil Klojen Ajak Warga dan Pelajar SMP Jaga Kebersihan Lingkungan Sukoharjo
Selain membawa tas belanja sendiri, Dr. Roy juga menggarisbawahi pentingnya memperhatikan alat-alat dapur yang digunakan sehari-hari. Penggunaan talenan plastik, misalnya, berpotensi menyumbang mikroplastik ke dalam makanan akibat gesekan pisau saat memotong bahan pangan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk beralih menggunakan talenan berbahan kayu.
Tak hanya pada peralatan, potensi penyerapan mikroplastik juga dapat timbul dari kebiasaan mengolah makanan dan pola konsumsi. Memanaskan makanan langsung dalam wadah atau kemasan plastik sangat tidak dianjurkan karena suhu tinggi dapat meluruhkan partikel plastik ke dalam bahan makanan. Penggunaan peralatan makan berbahan non-plastik seperti keramik, kaca, atau stainless steel jauh lebih aman bagi kesehatan.
Dari segi konsumsi pangan, Dr. Roy mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengolah hewan seperti ikan atau ayam. Bagian jeroan atau saluran pencernaan hewan merupakan area utama akumulasi partikel mikroplastik. Dengan membuang jeroan dan tidak mengonsumsinya, masyarakat dapat meminimalisasi risiko masuknya mikroplastik ke dalam sistem pencernaan manusia.
Melalui penerapan kebiasaan-kebiasaan kecil ini di tingkat rumah tangga, diharapkan beban sampah plastik nasional dapat berkurang secara signifikan sekaligus melindungi kesehatan keluarga dari ancaman bahaya mikroplastik.mut






