Malang, Bhirawa-Universitas Brawijaya (UB) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan lima profesor baru secara serentak di Gedung Samanta Krida, Selasa 22/9. Pengukuhan ini mencakup kepakaran lintas disiplin, mulai dari bidang pertanian, teknik, hingga ilmu sosial dan humaniora.
Kelima guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Ir. Edi Dwi Cahyono, M.Agr.Sc., M.S., Ph.D. dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK); Prof. Dr. Ir. Putu Hadi Setyarini, S.T., M.T. serta Prof. Ir. Winarto, S.T., M.T., Ph.D. dari Fakultas Teknik (FT); serta Prof. Cleoputri Al Yusainy, S.Psi., M.Psi., Ph.D. dan Prof. Dr. Desi Dwi Prianti, S.Sos., M.Comn. dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Edi Dwi Cahyono mengenalkan model E/D/C-RITA serta COAST Framework untuk mendorong kemandirian petani dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan. Model ini menekankan dialog ketimbang paksaan melalui prinsip “Jangan Dipaksa-Terpaksa-Terbiasa, Tetapi Diajak-Menimbang-Memandirikan”. Prof. Edi tercatat sebagai profesor aktif ke-25 di FBIPK dan ke-456 di lingkungan UB.
Dari Fakultas Teknik, Prof. Putu Hadi Setyarini memaparkan kerangka kerja COAT360 untuk menghubungkan siklus rekayasa pelapisan dan karakterisasi material fungsional secara terstruktur berbasis enam rantai bukti minimum. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung kemasan pangan ramah lingkungan, biomaterial medis, hingga teknologi pencegahan korosi. Prof. Putu merupakan profesor aktif ke-34 di FT dan ke-457 di UB.
Sementara itu, Prof. Winarto yang dikukuhkan sebagai profesor aktif ke-35 di FT dan ke-459 di UB meneliti simulasi dinamika molekul (molecular dynamics) untuk mengefisienkan proses pemisahan air-alkohol serta penangkapan karbon dioksida (CO₂). Penelitian ini memanfaatkan teknologi carbon nanotubes (CNTs) dan membran silikon nitrida guna menekan konsumsi energi pada metode distilasi konvensional.
Dari ranah ilmu sosial, Prof. Cleoputri Al Yusainy dari FISIP menawarkan konsep “Lebur Duka Labur Rasa” sebagai model psikologi berbasis tradisi kontemplasi Timur. Model ini mengurai ilusi kepemilikan (mineness), pusat pengalaman (centeredness), dan keistimewaan diri (selfhood) guna membentuk individu yang bermental bugar. Cleo menjadi profesor ke-5 di FISIP dan ke-458 di UB.
Melengkapi pengukuhan tersebut, Prof. Desi Dwi Prianti menyoroti pentingnya Literasi Visual Dekolonial guna membongkar rezim pengetahuan kolonial yang masih mendikte cara pandang masyarakat terhadap gender, tubuh, dan realitas sosial di era digital. Melalui strategi menyingkap, melacak, dan melawan, pakar media ini mendorong lahirnya tatanan visual yang inklusif dan memerdekakan. Ia resmi menjadi profesor ke-6 di FISIP dan ke-460 di UB. mut






