Kebun Jambu Merah Matsuri Jadi Primadona Wisata Petik Buah

Matsuri Petani Jambu Merah

Malang, Bhirawa

Sebagai sentra hortikultura unggulan, Ngabab punya kebun jambu merah yang sangat menarik bagi penggemar wisata petik jambu.

Tidak hanya menawarkan pengalaman memetik langsung, kebun ini dikenal karena kualitas buahnya yang premium dengan harga yang sangat bersahabat.

​ Matsuri, ditemui di Kebonya, mengungkapkan bahwa budidaya jambu merah di lahan miliknya memiliki produktivitas yang luar biasa.

Satu pohon jambu merah mampu menghasilkan 70 hingga 80 kilogram buah dalam satu masa panen.

​”Masa panennya bisa berlangsung hingga tiga bulan. Menariknya, setelah panen usai, pohon cukup dipangkas dan akan kembali berbuah. Tidak perlu menunggu waktu lama seperti tanaman apel,” ujar Matsuri kepada Bhirawa, Kamis (15/1) .

​Menurutnya, pohon jambu yang ditanam sejak tahun 2021 tersebut hingga kini tetap produktif dan memiliki daya tahan yang kuat. Kunci keberhasilan Matsuri terletak pada teknik perawatan mandiri. Salah satunya adalah pembungkusan buah menggunakan plastik sejak jambu berukuran sebesar telur.

​”Teknik ini dilakukan selama dua bulan hingga buah siap petik. Selain menjaga kemulusan kulit buah, cara ini efektif menangkal serangan lalat buah tanpa harus bergantung pada pestisida berlebihan,” imbuhnya.

Yang membanggakan seluruh ilmu budidaya yang diterapkan Matsuri secara otodidak. Tanpa pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), ia mampu membuktikan bahwa petani lokal bisa berinovasi secara mandiri hingga menghasilkan produk yang diminati pasar.

​Setiap hari, atau paling lambat dua hari sekali, Matsuri melayani permintaan pembeli. Karakteristik jambu merah di kebun ini memang memiliki biji yang cukup banyak, namun Matsuri menyarankan konsumen untuk mengolahnya menjadi jus agar lebih nikmat dan nyaman dikonsumsi.

​Terkait nilai ekonomi, jambu merah miliknya jauh lebih unggul dalam hal kuantitas dibandingkan jenis jambu lainnya. Dengan harga di tingkat kebun sebesar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, stok jambu di Kebun Matsuri hampir tidak pernah kosong.

​”Harapan saya ke depan, para petani jambu di wilayah Ngabab bisa lebih sering berkumpul untuk berbagi ilmu budidaya dan strategi pemasaran. Jika kita kompak, kualitas dan kesejahteraan petani di Pujon pasti akan meningkat,” pungkasnya.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *