Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Polbangtan YOMA Belajar Tata Kelola Kelembagaan ke FBiPK UB

Malang, Bhirawa – Upaya memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi terus digalakkan. Salah satunya melalui kunjungan benchmarking Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) ke Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB), Kamis 5/11.

​Pertemuan tersebut menjadi ajang strategis bertukar praktik baik (best practices) pengelolaan institusi, mencakup tata kelola akademik, pengembangan karier SDM, kemitraan industri, hingga optimalisasi pelacakan alumni (tracer study).

​Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FBiPK UB, Dr. Riyanti Isaskar, S.P., M.Si., menegaskan bahwa penjaminan mutu tidak boleh sekadar berorientasi pada pemenuhan syarat administratif.

​”Penjaminan mutu membutuhkan komitmen menyeluruh, tata kelola terencana, dan perbaikan berkelanjutan. Melalui benchmarking ini, kedua pihak dapat saling membedah praktik baik agar kelembagaan makin adaptif,” jelas Riyanti.

​Hadir dalam forum tersebut jajaran pimpinan FBiPK UB, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Dr. Fahriyah, Staf Ahli Kemahasiswaan dan Alumni Dwi Retnoningsih, Ph.D., serta Kepala Tata Usaha Evi Hayati, MAB.

​Transparansi Kemitraan dan Kesiapan Lulusan

​Pada sesi pemaparan tata kelola kerja sama industri, Prof. Afifuddin Latif Adiredjo memaparkan mekanisme kemitraan yang transparan di lingkungan UB, mulai dari pintu inisiasi melalui BPPM maupun departemen, hingga pengelolaan dana berbasis virtual account.

​”Kemitraan industri harus terukur dan saling menguntungkan. Tata kelola yang rapi memastikan kolaborasi tidak berhenti di atas kertas kesepakatan, namun berdampak nyata bagi tridarma perguruan tinggi,” urai Afifuddin.

​Di sisi hilir lulusan, Dwi Retnoningsih membeberkan efektivitas sistem tracer study UB yang diperkuat dengan notifikasi berkala (blasting). Menurutnya, data pelacakan alumni bukan sekadar arsip angka, melainkan kompas penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

​Strategi Proaktif Kenaikan Jabatan Dosen

​Isu akselerasi jabatan fungsional dosen menuju Lektor Kepala turut menjadi sorotan utama. Dr. Fahriyah menjelaskan FBiPK UB menerapkan pemetaan berkala setiap tiga bulan untuk menjaring dosen yang sudah memenuhi syarat (eligible).

​”Pengembangan karier dosen kami kawal secara proaktif. Bagian kepegawaian mendampingi kelengkapan administrasi angka kredit hingga integrasi platform SISTER, sehingga proses usulan kenaikan pangkat tidak terhambat,” papar Fahriyah.

​Hal tersebut ditopang oleh kesiapan tenaga kependidikan. KTU FBiPK UB Evi Hayati menambahkan, layanan kepegawaian kini beralih dari pola pasif menjadi jemput bola dengan rutin menyosialisasikan regulasi baru dan mendampingi kendala teknis dosen.

​Tak kalah penting, UB juga memaparkan sistem evaluasi pembelajaran berbasis umpan balik mahasiswa secara daring. Sistem ini difungsikan murni sebagai instrumen refleksi dan peningkatan mutu pengajaran program studi, bukan instrumen pemberian sanksi.

​Melalui forum ini, Polbangtan YOMA membawa pulang gambaran komprehensif mengenai tata kelola kampus modern, sementara FBiPK UB memperluas jejaring kemitraan antarkampus demi mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang akuntabel dan berdaya saing.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *