Perkuat Riset AI hingga Proteksi Mahasiswa KKN, UB – BPJS Ketenagakerjaan Jalin Sinergi Strategis

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Saiful Hidayat dan Rektor UB Prof Widodo usai penandatanganan MoU

Kota Malang, Bhirawa

Universitas Brawijaya (UB) resmi menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, riset, dan perlindungan jaminan sosial. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta sejumlah perjanjian kerja sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Jamuan Lantai 6 Gedung Rektorat UB, Jumat (29/5) lalu.

​Adapun ruang lingkup kerja sama komprehensif ini mencakup PKS Kepesertaan Mahasiswa Magang, PKS Pendidikan Jaminan Sosial, PKS Kepesertaan Pegawai, PKS Riset Pengembangan Artificial Intelligence (AI), PKS Riset Aktuaria, hingga Penandatanganan Kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU).

​Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pijakan penting antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk tumbuh bersama, terutama dalam melahirkan keilmuan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja nyata.

​“Kami berharap perguruan tinggi dapat bekerja sama langsung dengan industri untuk mengembangkan keilmuan. Melalui kerja sama ini, UB ingin menghadirkan riset-riset yang use case-nya langsung dibutuhkan oleh industri, khususnya BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Prof. Widodo.

​Lebih lanjut, Prof. Widodo menjelaskan bahwa kolaborasi ini membuka karpet merah bagi mahasiswa UB untuk mencicipi pengalaman praktis lewat program magang, praktik kerja lapangan (PKL), hingga internship. Tak kalah penting, aspek keselamatan mahasiswa yang beraktivitas di luar kampus kini juga mendapatkan jaminan perlindungan penuh.

​“Kami ingin mahasiswa maupun tenaga kerja di UB mendapatkan coverage perlindungan maksimal. Ini adalah bagian dari implementasi nyata Tridharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

​Ia juga menyelipkan pesan pentingnya literasi jaminan sosial bagi generasi z. “Anak-anak muda harus mulai bisa mem-planning kehidupannya, termasuk keuangan dan masa pensiun sejak dini agar tidak menjadi beban sosial di masa depan,” tegasnya.

“​Di tempat yang sama, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Saiful Hidayat, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut UB sebagai “gudang riset” yang mumpuni untuk mendukung operasional bisnis BPJS Ketenagakerjaan di berbagai lini keuangan dan teknologi.

​“Gudang riset dan tempat pilihan untuk pengembangan itu ada di UB. Hasil riset dari sini nantinya akan kami manfaatkan langsung, mulai dari bidang ekonomi makro, mikro, aktuaria, teknologi AI, hingga keamanan siber,” urai Saiful.

​Selain sektor riset, Saiful juga menyoroti proteksi konkret bagi mahasiswa yang tengah menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau magang. BPJS Ketenagakerjaan memastikan jaminan perlindungan kecelakaan kerja, termasuk risiko di perjalanan menuju dan dari lokasi kegiatan.

​“Kalau terjadi risiko kecelakaan saat KKN atau saat perjalanan pulang-pergi, itu sudah terlindungi. Mahasiswa bisa lebih tenang beraktivitas,” terangnya.

​Pihaknya berharap, mahasiswa UB yang terjun KKN ke desa-desa juga bisa menjadi ‘agen literasi’ untuk mengedukasi para petani, nelayan, dan pekerja informal mengenai pentingnya jaminan sosial.

​“Membangun ekosistem perlindungan yang komprehensif tidak bisa dilakukan sendirian. UB punya kekuatan di bidang riset dan pendidikan, kami punya amanat undang-undang. Kolaborasi inilah yang akan mewujudkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih luas,” pungkas Saiful. mut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *