Malang, Bhirawa — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) membekali peternak Malang Raya teknik pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pakan ternak berkualitas, Rabu 21/10.
Kegiatan hari kedua workshop bertajuk Peningkatan Nilai Tambah Limbah Kelapa Sawit melalui Inovasi Pakan Ternak Berbasis Ekonomi Sirkular ini berfokus pada praktik pengolahan teknis tiga bahan utama: bungkil inti sawit (BIS), solid sawit, serta pelepah dan daun sawit.
Pakar Nutrisi Ternak FKH UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Anam Al Arif, drh., M.P., memaparkan bahwa limbah sawit sangat potensial untuk menekan tingginya biaya pakan komersial yang selama ini membebani peternak. Salah satu bahan potensial adalah BIS yang memiliki kandungan protein kasar antara 14 hingga 18 persen dan total digestible nutrients (TDN) sebesar 65 hingga 75 persen.
”Limbah sawit bisa menjadi sumber pakan ruminansia yang ekonomis, tetapi tidak bisa diberikan begitu saja. Karakter setiap bahan berbeda, sehingga teknik pengolahan dan penyimpanannya harus tepat agar nilai gizi terjaga dan ternak tidak terganggu,” ujar Prof. Anam dalam sesi materi yang dipandu Dr. Ir. Yustian Dwi Cahyo D.C. dari Koperasi SAE Pujon.
Selain pengenalan bahan, para peserta mempraktikkan teknologi fermentasi BIS. Bahan baku dipadatkan di dalam drum plastik, kemudian diperam selama 7 hingga 14 hari di tempat teduh sebelum dikeringkan. Hasil fermentasi ini dapat digunakan sebesar 5 hingga 15 persen dari total ransum, atau mencapai 30 hingga 60 persen dari total campuran konsentrat.
Peserta juga melakukan simulasi penghitungan formulasi ransum guna memastikan pakan yang diracik memenuhi standar nutrisi tanpa membebani biaya produksi.
Rangkaian pelatihan ini akan ditutup pada Kamis 22/10 dengan materi legalitas usaha melalui perizinan OSS-RBA, fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama perbankan Himbara, serta penyusunan rencana aksi bisnis bagi kelompok peternak.mut












