Jakarta, Bhirawa – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan pidato kenegaraan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pidato Prabowo tersampaikan dalam agenda laporan kinerja lembaga sidang tahunan MPR serta sidang bersama DPR dan DPD.
Agenda ini juga berlangsung untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Kemendagri Gerakkan Program Indonesia Asri Melalui Satpol PP
Kesejahteraan Rakyat adalah Tujuan Akhir Pembangunan Bangsa
Pada pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan akhir pembangunan bangsa adalah kesejahteraan rakyat.
“Tujuan akhir pembangunan bangsa bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi dan investasi, melainkan terwujudnya kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo menukil dari laman resmi presiden (14/8).
“Sebanyak 121 kebijakan transformatif telah dikeluarkan pemerintah sebagai langkah untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa secara bertahap dan menyeluruh,” imbuhnya.
Tiga Pencapaian Tersorot
Terdapat tiga pencapaian tersampaikan dalam pidato Prabowo, yakni swasembada pangan pada delapan komoditas.
Kemudahan penyaluran pupuk kepada petani, dan kemajuan hilirisasi yang memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Berbagai capaian tersebut merupakan hasil semangat gotong-royong seluruh elemen bangsa yang terus bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” imbuhnya.
Tugas Pemerintah Mendengar Suara Rakyat
Tiga tugas pemerintah menurut Prabowo adalah mendengar suara rakyat, memahami persoalan yang ada.
Lalu, menghadirkan kebijakan yang mampu memperbaiki kehidupan masyarakat.
“Setiap pembangunan harus memberikan nilai tambah dan manfaat besar bagi rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pidato Prabowo Subianto tersaji di Gedung DPR RI Jakarta, pada Jumat (14/8), dan telah menyita perhatian masyarakat.
Pada laman Instagram resmi Presiden RI, lebih dari 300 komentar warganet menanggapi isi pidato pemimpin kedelapan Indonesia tersebut.(DS)












