Malang, Bhirawa — Rektor Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H., usai membuka secara resmi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), meminta mahasiswa baru harus mempu menempatkan diri dengan lingkungan.
Pernyataan tersebut disampaikan seusai pembukaan, PKKMB pada sesi wawancara dengan media ini, Secara khusus kepada para mahasiswa baru yang datang dari berbagai pelosok daerah di Indonesia pentingnya kemampuan menempatkan diri serta penguasaan teknologi informasi (TI) dan Artificial Intelligence (AI).
”Para mahasiswa baru Unidha tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya atau Jawa Timur, melainkan juga dari berbagai daerah di luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara,”tuturnya
Mengingat beragamnya latar belakang daerah asal tersebut, Prof Sukowiyono, mengingatkan agar para mahasiswa pandai membawa dan menempatkan diri di lingkungan baru.
Baca Juga :Buka PKKMB, Rektor Unidha Tegaskan Kampus Bhinneka Tunggal Ika
”Mereka harus bisa menempatkan diri, bukan sekadar menyesuaikan diri. Artinya, di mana pun mereka berada, mereka bisa membawa diri sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain adaptasi sosial di lingkungan kampus dan masyarakat, Rektor Unidha tersebut menekankan agar mahasiswa tetap menjadikan kegiatan belajar dan perkuliahan sebagai prioritas utama. Dia menyoroti fenomena mahasiswa yang kerap kali terlalu aktif di organisasi penunjang namun mengesampingkan kewajiban utamanya.
Beberapa poin penting terkait prioritas perkuliahan meliputi: Fokus Utama: Kegiatan keorganisasian seperti BEM, Pramuka, maupun bela diri adalah kegiatan penunjang, sedangkan perkuliahan tetap menjadi fokus prioritas utama.
Menurut Sukowiyono, Prinsip Belajar harus dipaksa, terpaksa, lama-lama terbiasa. Prinsip ini ditekankan agar mahasiswa konsisten membaca dan belajar hingga terbiasa dengan ritme akademis.
” Tidak ada istilah orang pintar atau tidak pintar; yang ada hanyalah orang yang mau belajar dan tidak mau belajar,”tandasnya.
Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, Prof Suko sapaan akrapnya, mendorong seluruh mahasiswa baru dari berbagai jurusan untuk tidak ragu mengeksplorasi teknologi terkini, termasuk pemanfaatan AI dan media sosial.
Penguasaan alat digital—seperti pembuatan karya film pendek yang telah dilakukan mahasiswa—menjadi bukti nyata bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas sekaligus mempromosikan almamater.
“Tak hanya mahasiswa, para dosen di lingkungan Unidha Malang juga terus didorong untuk aktif memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran,”umbuhnya.
Melalui momentum pembukaan PKKMB ini, diharapkan para mahasiswa baru Universitas Wisnuwardhana Malang mampu beradaptasi dengan baik, disiplin secara akademis, serta menguasai teknologi digital untuk siap bersaing di masa depan.mut












