Soroti Persoalan Ekonomi hingga Penegakan Hukum, LPKAN Indonesia dan LKHAI Gelar Istighosah Kubro untuk Bangsa

Surabaya, Bhirawa-Mencermati berbagai dinamika persoalan kebangsaan mulai dari tekanan ekonomi riil, mafia hukum, hingga krisis sosial kemasyarakatan, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia menggandeng Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) untuk menggelar Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara.

​Kegiatan yang rencananya dihelat pada Kamis 5/11 pukul 15.00 WIB ba’da salat Asar di Surabaya tersebut menjadi ruang konsolidasi spiritual lintas elemen guna mengetuk pintu langit memohon perlindungan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali Zaini, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar batiniah di samping peran advokasi dan pengawasan publik konstitusional yang selama ini dijalankan. Menurutnya, sengkarut persoalan bangsa membutuhkan sentuhan moral dan spiritual yang mendalam.

​Setidaknya terdapat empat isu krusial yang melatarbelakangi agenda ini. Pertama, pelemahan daya beli masyarakat, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), nasib UMKM, serta beban fiskal pajak yang kian memberatkan rakyat kecil. Kedua, penegakan hukum yang dinilai tebang pilih, maraknya praktik korupsi, serta merajalelanya mafia tanah, pertambangan, dan mafia pangan.

​Ketiga, persoalan bencana ekologis akibat eksploitasi alam liar. Keempat, degradasi ketahanan keluarga akibat jeratan judi daring (online), pinjaman daring ilegal, hingga maraknya peredaran narkotika.

​”Kita sudah berikhtiar secara konstitusi, sekarang saatnya kita bersujud bersama. Mau dibawa ke mana bangsa ini bila pajak terus menekan rakyat kecil sementara korupsi miliaran rupiah dibiarkan, serta petani dan nelayan kesulitan mendapat pupuk dan solar subsidi karena ulah mafia? Upaya lahiriah harus dibarengi kepasrahan kepada Allah SWT,” ujar Ali Zaini dalam keterangannya di Surabaya.

​Senada, Direktur LKHAI Mohammad Syarifudin Abdillah menuturkan bahwa forum doa akbar ini ditujukan memohon pertolongan agar bangsa Indonesia dilepaskan dari krisis multidimensi dan para pemangku kebijakan senantiasa dianugerahi integritas moral.

​”Ini ikhtiar memohon pertolongan sekuat-kuatnya agar keadilan hukum tegak kembali, kesulitan ekonomi diangkat, serta para pemimpin diberi hidayah dan amanah dalam menjalankan roda pemerintahan,” tutur Syarifudin didampingi jajaran tim hukum LKHAI.

​Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua OKK DPP LPKAN Indonesia, Sugiharto SE MSi, menyampaikan sebanyak 150 peserta telah mengonfirmasi kehadiran. Unsur jamaah mencakup alim ulama, habaib, akademisi, advokat, mahasiswa, hingga perwakilan buruh, petani, dan majelis taklim.

​Pihak panitia memastikan gelaran doa bersama ini murni gerakan nurani masyarakat yang ingin menghadirkan ketenangan, keadilan sosial, serta solusi bagi dinamika kehidupan berbangsa ke depan.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *