Jakarta, Bhirawa – Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang berpusat di Jakarta telah merilis kabar terbaru dari kondisi pascagempa Nusa Tenggara Timur.
Pada Jumat (21/8) pagi WIB, BNPB mengunggah data terbaru dari dampak gempa bumi NTT.
Jumlah korban jiwa bertambah, dan kerusakan rumah serta fasilitas umum juga makin banyak.
Baca Juga: Kalimantan Darurat, 500 Titik Panas dalam Hitungan Jam dan Potensi Kebakaran
Jumlah Korban Gempa NTT per 21 Agustus 2026
Menurut rilis BNPB, jumlah korban jiwa sebanyak 78 orang. Ini bertambah dari sebelumnya 71.
Lalu, 953 orang mengalami luka-luka, dan 95.871 orang harus mengungsi.
Dampak gempa dengan titik pusat di Kabupaten Nagekeo menjalar ke 3 provinsi, 9 kabupaten, dan 1 kota.
Ini membuat BNPB juga menyatakan status darurat ada di tujuh lokasi sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026.
Kabupaten Manggarai dan Nagekeo menjadi dua lokasi yang membutuhkan penanganan paling lama.
Manggarai berstatus darurat bencana dan Nagekeo berstatus tanggap darurat.
Kerugian Material dari Gempa NTT
Sebanyak 38.898 rumah rusak dengan 14.735 rusak berat, 9.178 rusak sedang, dan 14.985 rusak ringan.
Fasilitas umum juga terdampak, yakni 502 fasilitas pendidikan, 294 unit kantor, 244 fasilitas kesehatan, 220 rumah ibadah.
Kemudian, 45 titik jalan, 31 fasum lain, 16 jembatan, 10 fasilitas irigasi, lalu 1 gudang bulog dan 1 pasar terdampak.
Pengiriman Logistik, Peralatan, dan Penanganan
Hingga 19 Agustus pengiriman logistik dan peralatan terus berlangsung dari berbagai pihak.
Labuan Bajo dan Maumere menjadi titik tujuan pengiriman karena lokasi paling strategis.
Baca Juga: BNPB Dukung Perbaikan Rumah Warga Pascagempa NTT: Rusak Sedang 30 Juta
Kemudian, penanganan terus berjalan dengan setidaknya tujuh tindakan telah terlaksana.
Pertama, evakuasi, pencarian, dan pelayanan medis terhadap korban.
Kedua, pengerahan personel pengamanan yang melibatkan 1.267 personel TNI dan 259 personel Polri, serta 10 anjing K9 di wilayah-wilayah terdampak.
Ketiga, dukungan logistik dan dapur umum. BNPB mempercepat penyaluran logistik ke lokasi terpencil seperti Manggarai Timur.
Keempat, pemulihan infrastruktur dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kelima, pemulihan kelistrikan di UP3 Flores bagian timur dan barat telah mencapai 100 persen.
Keenam, Pertamina mengoptimalkan pasokan energi sekaligus percepatan pemulihan bencana di wilayah terdampak. Hingga 18 Agustus 56 SPBU di Flores telah kembali beroperasi normal 100 persen.
Ketujuh, layanan komunikasi Telkom Group relatif pulih normal di NTT dan layanan Telkomsel telah pulih.
BNPB juga menyediakan wadah untuk memantau perkembangan penanganan darurat gempa bumi M 7,7 di NTT melalui dasbor tanggap darurat di data.bnpb.go.id/gempantt2026.(DS)









