Pasuruan, Bhirawa-Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan memberikan dukungan penuh terhadap langkah transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pasuruan Lestari Jaya menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Transformasi ini diproyeksikan menjadi penggerak baru dalam mengoptimalkan aset daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Arah strategis BUMD tersebut dibahas dalam Podcast DPRD Kabupaten Pasuruan bertajuk “Menggerakkan Ekonomi Daerah, Memperkuat Keuangan Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pasuruan” yang digelar di Pandaan, Pasuruan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setia Wardana menegaskan, perubahan status badan hukum harus dibarengi dengan perubahan orientasi dan tata kelola secara profesional. Aset daerah yang sebelumnya kurang produktif harus diubah menjadi instrumen bernilai tambah.
”Jika ingin Pasuruan Lestari Jaya menjadi kekuatan ekonomi daerah, pengelolaannya wajib profesional. Aset daerah harus bernilai tambah, jangan sampai dibiarkan tidak produktif,” ujar politisi yang akrab disapa Wardana ini.
Ia menambahkan, penguatan Perseroda juga harus berorientasi pada peningkatan kemampuan fiskal daerah. Keuntungan bisnis yang diraih diharapkan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan warga.
Senada dengan hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Heru Veri Nur Cahya mengingatkan agar perubahan status Perseroda tidak sekadar formalitas pergantian nama. Pembenahan menyeluruh pada manajemen, SDM, hingga penetapan peta jalan (roadmap) bisnis yang transparan dan akuntabel menjadi syarat mutlak.
”Yang paling penting bukan cuma bentuk badan hukumnya, tapi bagaimana strategi bisnisnya berkembang dan aset daerah dimanfaatkan secara optimal serta transparan,” tegas Heru.
Sementara itu, Anggota Komisi II lainnya, H. Muhammad Husnul Arifin Billah mendorong agar Perseroda mampu membangun sinergi dengan BUMDes dan pelaku UMKM di tingkat desa. Menurutnya, Perseroda dapat mengambil peran sebagai pembuka akses pasar dan jaringan usaha bagi produk-produk desa.
”Ekonomi daerah tumbuh dari bawah. Sinergi antara Perseroda, BUMDes, dan UMKM sangat penting untuk menciptakan rantai ekonomi yang kuat dan saling menguntungkan,” pungkas Husnul.mut









