ICLIRBE 2026 Pascasarjana UM: Padukan AI dan Kearifan Lokal Perkuat Mutu Pendidikan Dasar Global

Malang, Bhirawa-Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) menggelar konferensi internasional bertajuk The 5th International Conference on Learning Innovation and Research in Basic Education (ICLIRBE) 2026 di Aula Lantai 9 Gedung Pascasarjana UM. Forum ilmiah berskala global ini berfokus pada eksplorasi inovasi pembelajaran, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta integrasi nilai budaya dan kearifan lokal pada jenjang pendidikan dasar.

​Mengusung tema “Harmonizing Culture, Citizenship, and Local Wisdom with Technology and AI in Primary Education for a Sustainable Future”, kegiatan yang dihelat selama dua hari ini menghadirkan jajaran pakar pendidikan dunia. Sejumlah narasumber berasal dari Monash University (Australia), Universiti Putra Malaysia (Malaysia), National Central University (Taiwan), hingga Sungkyunkwan University (Korea Selatan).

​Ketua ICLIRBE 2026, Dr. Mardhatillah, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa kemajuan pesat AI tidak boleh mengikis jati diri kebudayaan bangsa. Pemanfaatan teknologi secara bijak justru menjadi instrumen efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal ke ranah global.

​”Teknologi dan kecerdasan buatan tidak harus meniadakan identitas budaya kita. Jika digunakan secara bijak, keduanya justru mampu membawa kearifan lokal melangkah lebih jauh, mulai dari ruang kelas, bangsa kita, hingga diakui di level dunia,” tegas Dr. Mardhatillah.

​Rangkaian konferensi ini terbagi ke dalam lima sesi pleno dan enam sesi paralel. Para peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan saling bertukar temuan riset seputar metode pengajaran adaptif berbasis teknologi tanpa mengabaikan aspek kewarganegaraan dan norma lokal.

​Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UM, Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyebut urgensi penguasaan metodologi penggabungan AI dengan kearifan lokal, sekaligus pentingnya diseminasi ke jurnal internasional bereputasi.

​”Tantangan nyata kita adalah  mengintegrasikan kearifan lokal dengan AI secara harmonis. Peserta diharapkan dapat menyerap wawasan komprehensif dari para pembicara utama, tidak hanya dalam metodologi riset, tetapi juga kiat mempublikasikannya ke tingkat global,” ujar Prof. Syamsul.

​Inisiatif UM melalui ICLIRBE 2026 ini merefleksikan dukungan konkret terhadap implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui inovasi pembelajaran relevan zaman, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset lintas benua.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *