Ketua Komisi E DPRD Jatim Dr Sri Untari Bisowarno bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Wahyu Hidayat dan Direktur RSSA Malang Memotong Pita menandai peresmian grand Pavilion RSSA
Kota Malang, Bhirawa
Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Terbaru, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang resmi mengoperasikan fasilitas Grand Pavilion. Kehadiran fasilitas premium ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan paripurna, sekaligus menjadi strategi jitu menekan minat warga berobat ke luar negeri.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, MAP, memberikan apresiasi tinggi saat meninjau langsung fasilitas tersebut usai peresmian oleh Gubernur Jawa Timur Rabu 22/4 kemarin.
Menurutnya, Grand Pavilion merupakan terobosan luar biasa dari jajaran direksi RSSA untuk mewadahi segmen masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.
”Ini adalah langkah cerdas untuk mewadahi klaster masyarakat yang mampu secara finansial. Mereka tidak menggunakan BPJS, melainkan biaya mandiri. Fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari kelas VIP hingga President Suite,” ujar Sri Untari saat memberikan keterangan.
Politisi wanita tersebut mengaku telah merasakan sendiri kualitas layanan di rumah sakit milik Pemprov Jatim ini, baik saat pemeriksaan rutin maupun rawat inap. Ia menilai, secara performa layanan, RSSA kini sudah sangat mumpuni dan kompetitif dibandingkan rumah sakit swasta papan atas.
”Biasanya fasilitas semewah ini hanya ada di rumah sakit swasta. Namun, pemerintah melalui rumah sakit negeri terbukti mampu menyediakannya. Menariknya, meskipun layanannya prima, harganya masih lebih miring dan terjangkau dibanding fasilitas serupa di tempat lain,” tambahnya.
Lebih jauh, Untari menekankan bahwa kehadiran Grand Pavilion memiliki misi strategis untuk mengurangi ketergantungan warga Malang Raya terhadap layanan medis di luar negeri. Selama ini, banyak warga yang memilih berobat ke luar negeri karena merasa fasilitas kesehatan di dalam negeri belum memiliki standar kesepadanan yang diinginkan.
”Kita ingin menghindari atau setidaknya mengurangi kepergian warga Malang Raya yang mampu untuk berobat ke luar negeri. Dengan adanya fasilitas seperti ini, masyarakat cukup di Indonesia saja. Semua perputaran ekonomi, baik saat sakit maupun sehat, tetap berada di dalam negeri,” tegasnya.
Ia pun berharap, ke depan RSSA terus konsisten memberikan layanan kesehatan paripurna yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan masyarakat. Dengan demikian, akses terhadap kesehatan berkualitas tinggi kini semakin dekat dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan warga di Jawa Timur.mut











