Malang, Bhirawa – Memperingati World Cleanup Day sekaligus momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang memperkuat sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melalui aksi bersih-bersih dan penanaman pohon di kawasan Sumber Merjosari, Jumat (9/10).
Aksi lingkungan yang diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, Kelurahan Merjosari, serta komunitas World Cleanup Day (WCD) ini difokuskan untuk menjaga kelestarian kawasan tangkapan air (catchment area) yang menjadi penopang layanan air bersih di Kota Pendidikan tersebut.
Selain mengangkut timbunan sampah, limbah, dan material urukan dari area sumber, sebanyak 500 bibit pohon produktif jenis durian dan alpukat ditanam di sepanjang sempadan mata air. Pada kesempatan yang sama, DLH turut menyalurkan bantuan sarana kebersihan kepada warga RW 06 Kelurahan Merjosari dan perwakilan pegiat lingkungan.
Wali Kota Malang menegaskan, peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dan gerakan kebersihan sedunia ini harus menjadi komitmen nyata bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan.
“Menjaga lingkungan bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen berkelanjutan. Sumber air adalah aset vital. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, BUMD, komunitas, dan warga agar manfaat ekologis ini terus dinikmati lintas generasi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, mengungkapkan bahwa Sumber Merjosari memiliki peran strategis dalam proyeksi perluasan jaringan distribusi air minum wilayah perkotaan. Saat ini, skema pengembangan mata air tersebut tengah diajukan guna memperoleh dukungan program Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Berdasarkan izin pemanfaatan air yang dikantongi, Tugu Tirta mengantongi alokasi debit sebesar 82 liter per detik (L/detik). Kapasitas tersebut diproyeksikan mampu menambah sambungan rumah bagi sekitar 4.000 pelanggan baru di kawasan Karangbesuki, Tanjungrejo, Kebonsari, hingga Sukun.
“Bagi kami di Tugu Tirta, merawat hulu berarti menjamin keberlanjutan pasokan ke hilir. Potensi 82 liter per detik ini sangat vital, sehingga kawasan tangkapan airnya wajib kita proteksi bersama. Ketersediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh pipa dan pompa, tetapi oleh kesehatan ekosistem penopangnya,” pungkas Priyo.mut












