Pimpin Doa Malang Bertilawah,. Gus Shampton Tegaskan Tilawah Qur’an Jadi Benteng Moral Pelajar

Kota Malang, Bhirawa-Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, KH Achmad Shampton (Gus Shampton), menegaskan pentingnya memperkuat fondasi moral generasi muda lewat kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Penegasan tersebut disampaikannya di hadapan ribuan peserta pada perhelatan akbar Malang Bertilawah ke-3 tahun 2026 yang diinisiasi oleh DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAI) Kota Malang, Sabtu 7/11.

​Pada agenda yang melibatkan pelajar lintas jenjang mulai SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA tersebut, Gus Shampton memimpin langsung prosesi tawasul serta doa bersama. Suasana hening dan khidmat menyelimuti arena saat bait-bait doa dipanjatkan demi keberkahan, keselamatan, dan keharmonisan bumi pertiwi.

​Gus Shampton menuturkan, gerakan membaca dan mengkaji Al-Qur’an secara masif bukan semata-mata seremoni syiar ritual, melainkan manifestasi ikhtiar spiritual dalam membentengi akhlak pelajar dari ancaman degradasi moral di era transformasi digital.

​”Lantunan tilawah ribuan generasi muda ini menjadi penyejuk sekaligus benteng moral yang kokoh. Dari majelis Al-Qur’an yang bersih dan tulus inilah kita menaruh harapan besar lahirnya tunas pemimpin bangsa yang jujur, amanah, dan berintegritas tinggi,” tutur Gus Shampton.

​Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir konkret sebagai pedoman perilaku keseharian siswa, baik di bangku sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Pembinaan karakter anak usia sekolah secara komprehensif menjadi krusial dan selaras dengan program bimbingan remaja yang terus dioptimalkan Kemenag Kota Malang.

​Gus Shampton menambahkan, pemahaman agama yang inklusif, damai, dan berakar pada nilai kitab suci merupakan kunci utama mencegah kekerasan di satuan pendidikan, sekaligus merawat iklim belajar yang aman dan rukun.

​Ia pun mengapresiasi dedikasi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang konsisten memelihara tradisi literasi Qur’ani di Kota Malang. Sinergi antara Kemenag, asosiasi guru, santri, dan sekolah formal diyakini semakin memperkokoh citra Kota Malang sebagai barometer kota pendidikan yang unggul secara intelektual sekaligus religius.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *