Malang, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan posisinya sebagai pelopor ekosistem kuliner ramah syariat dan higienis di Jawa Timur.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui penerimaan penghargaan “Universitas Pendukung Ekosistem Halal Zona KHAS (Kawasan Halal, Aman, dan Sehat)” dalam ajang Sapta Rona Pesona 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Kamis (30/7/2026).
Capaian ini sekaligus mencatatkan UMM sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) pertama di Jawa Timur yang seluruh fasilitas kulinernya terstandardisasi halal dan thoyyib.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengungkapkan bahwa pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia ini didapatkan melalui tahapan audit serta sertifikasi yang ketat. Penilaian mencakup seluruh unit penyedia kuliner dan akomodasi kampus, meliputi Kantin Teknik, Kantin Asri, Kantin Rumah Sakit UMM, hingga unit bisnis penginapan seperti My Dormy Hostel dan Rayz Hotel.
Baca Juga:Dosen Psikologi UMM : Jangan Cepat Melabeli Anak
Menurut Salis, standar Zona KHAS tidak sekadar berfokus pada kehalalan bahan baku makanan, tetapi juga menguji aspek higiene, sanitasi, dan kelayakan manajemen proses bisnis harian secara menyeluruh.
“Sertifikat halal di situ bukan hanya soal makanannya itu halal, tetapi juga bagaimana sanitasinya, proses bisnisnya, pencucian peralatan, kualitas air, hingga pengelolaan sampah secara higienis,” ujar Salis.
Ia menambahkan, penuntasan sertifikasi di seluruh unit usaha menjadikan UMM sebagai percontohan utama ekosistem kuliner halal berstandar resmi di tingkat regional. “Di lingkungan PTMA Jawa Timur, UMM menjadi perguruan tinggi pertama yang berhasil meraih predikat Zona KHAS ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS P3H) UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pendampingan kolaboratif yang sistematis. Selain memperoleh Sertifikasi Halal, kantin-kantin di lingkungan UMM telah memenuhi standar Labelisasi Higiene Sanitasi Pangan dari Dinas Kesehatan serta lolos verifikasi visitasi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi UMM untuk terus memperkuat peran akademisi dalam pengembangan kawasan halal nasional. Kolaborasi lintas sektor akan terus diperluas agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” ungkap Elfi.
Langkah strategis UMM ini mempertegas peran perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada keunggulan akademik, tetapi juga hadir dalam memberikan perlindungan konsumen serta mendampingi pemberdayaan UMKM.
Upaya terintegrasi ini menjadi dorongan nyata dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal yang berkelanjutan di Jawa Timur.mut












