SMAN 3  Kota Malang Ultah ke  74, Undang 38 Alumninya untuk Mengajar

Malang, Bhirawa-SMAN 3 Kota Malang merayakan ultah ke 74, dengan mengundang 38 alumninya untuk mengajar dan meberikan motivasi serta membagikan kiat sukses kepada siswanya dalam meraih masa depan, pada Rabu 5/8 kemarin.

​Para alumni yang hadir berasal dari beragam latar belakang profesi dan ditempatkan sesuai dengan bidang keahlian serta relevansi mata pelajaran. Alumni di bidang kesehatan, misalnya, memberikan pemaparan di kelas sains guna menghadirkan materi yang kontekstual dengan dunia perkuliahan dan dunia kerja.

​Staf Humas SMAN 3 Kota Malang, Amalia Sawitriana, menyampaikan bahwa program Alumni Mengajar menjadi agenda tahunan yang paling ditunggu para siswa. Penempatan para alumni diatur secara spesifik agar siswa memperoleh gambaran riil mengenai peta profesi sejak dini.

Baca Juga :Sabrina Siswa SMAN 3 Malang Tembus Kompetisi Biologi Internasional

​”Tahun ini ada 38 alumni yang mengajar langsung di kelas-kelas. Penempatannya disesuaikan dengan bidang keahlian agar siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia perkuliahan dan profesi yang ingin mereka tekuni,” ujar Amalia.

​Di antara jajaran kelas yang menyedot perhatian adalah sesi Medical Science. Sesi ini menghadirkan dr. Ariani, drg. Cintatya Intan Prawestri, M.Kg., CMC, serta pakar bedah Prof. Dr. dr. Abdul Syukur, Sp.B., FINACS.

​Dalam pemaparannya, drg. Cintatya membagikan rekam jejak perjuangannya menempuh pendidikan kedokteran gigi. Sementara itu, Prof. Abdul Syukur menekankan pentingnya bagi siswa kelas X untuk mulai memetakan minat dan potensi diri tanpa bergantung pada intervensi pihak luar.

​”Anak-anak harus dikenalkan pada dunia profesi sejak kelas 10 SMA. Jangan menunggu kelas 12. Jika bercita-cita menjadi dokter, jadikan itu keputusan diri sendiri, jangan dipengaruhi orang lain,” tegas Prof. Abdul Syukur.

​Guna memperbesar peluang menembus Fakultas Kedokteran, Prof. Abdul Syukur membeberkan sejumlah resep utama: konsistensi belajar sejak awal jenjang SMA, pendampingan bimbingan belajar khusus saat kelas XII, serta penguatan mental spiritual.

​”Kunci menjadi dokter itu sederhana: belajar, berusaha, dan berdoa kepada Tuhan. Ketiganya harus berjalan beriringan,” lanjutnya.

​Tidak hanya aspek akademik, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik. Menyoroti tren peningkatan penyakit pencernaan seperti wasir hingga kanker usus besar di usia muda akibat gaya hidup sedenter, ia menyarankan siswa menerapkan pola makan serat, membatasi durasi duduk di toilet, dan rutin berolahraga.

​”Olahraga tidak harus mahal, jalan kaki sudah bagus. Namun berenang merupakan salah satu yang terbaik karena menjaga kesehatan paru-paru, tulang belakang, dan persendian,” tambahnya.

​Kepala SMAN 3 Kota Malang, Dr. Sasongko, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi para alumni. Menurutnya, sinergi ini tidak sekadar mempererat tali silaturahmi almamater, tetapi juga memantik keberanian siswa dalam merajut cita-cita sejak dini.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *