Songsong Indonesia Emas, Wawali Malang Minta Santri Padukan Nilai Agama, Teknologi, dan Aksi Nyata Jaga Alam

Malang, Bhirawa — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dinilai tidak boleh sekadar berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata pembangunan bangsa. Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan pentingnya generasi santri untuk memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

​Pesan bernas tersebut ditegaskan Wawali Ali saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Malang, Kamis 22/10 Menurutnya, adaptasi teknologi dan kepekaan ekologis merupakan bentuk jihad kontekstual santri masa kini dalam menyongsong visi Indonesia Emas.

​“Santri tidak hanya bertugas menguatkan dan mempertahankan nilai-nilai keislaman semata. Di era modern, santri wajib membekali diri dengan iptek guna meneruskan estafet moral serta perjuangan para kiai dan ulama terdahulu,” tegas Ali.

​Ali menguraikan, medan juang generasi santri hari ini telah bergeser bila disandingkan dengan era pergerakan kemerdekaan. Santri era digital dituntut terus mengerek kapasitas intelektual, memperluas cakrawala, serta menguasai kompetensi masa depan tanpa sedikit pun menanggalkan identitas keislaman dan jiwa nasionalisme.

​Tak kalah penting, Wawali menaruh perhatian serius pada partisipasi santri dalam menjaga ekosistem alam. Rusaknya lingkungan akibat eksploitasi dan ulah tangan manusia dinilainya membawa ancaman multidimensi bagi kehidupan sosial.

​Ia lantas mengutip pesan moral Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 mengenai bahaya kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia. Atas dasar itu, kesadaran menjaga alam semestinya terpatri dalam laku hidup keseharian, mulai dari mengelola sampah, merawat kebersihan kawasan, hingga menolak tindakan yang merusak alam.

​“Bagian integral dari memperkuat ketahanan negeri adalah membangun kesadaran kolektif di kalangan pesantren, lalu menularkannya kepada masyarakat luas untuk bersama-sama merawat bumi,” tambahnya.

​Melalui sinergi pemahaman agama yang kokoh, kemahiran iptek, dan kepedulian ekologis, Ali optimistis santri di Kota Malang mampu bertransformasi menjadi sumber daya manusia unggul yang berkarakter serta berkontribusi langsung pada keberlanjutan masa depan bangsa.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *