Kota Malang, Bhirawa-Dosen sekaligus Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Dana Marsetiya Utama, S.T., M.T., kembali mengukir prestasi akademik di tingkat global. Ia berhasil mencatatkan namanya dalam daftar Top 2% Scientists in the World selama tiga tahun berturut-turut, mulai 2024 hingga 2026.
Pemeringkatan internasional bergengsi yang dirilis melalui basis data TOPSCINET tersebut bersumber dari Elsevier dan Stanford University. Pengakuan ini menegaskan kontribusi keilmuan Dana, khususnya pada bidang Operations Research yang fokus memanfaatkan metode analitis dan matematis dalam pengambilan keputusan serta penyelesaian masalah kompleks.
Merujuk pada data profil SINTA bagian Scopus, akademisi Kampus Putih ini tercatat mengantongi 82 artikel terindeks Scopus dengan capaian 1.145 sitasi dari 73 dokumen sitasi. Capaian produktivitas tersebut turut mendongkrak reputasinya dengan raihan H-index 20 serta i10-index 40.
Dana menuturkan, pencapaian ini bukan buah kerja instan, melainkan wujud konsistensi riset jangka panjang yang terencana, mulai dari penentuan fokus kajian, pengembangan topik, hingga kolaborasi riset lintas pihak.
”Bagi saya, konsistensi dalam penelitian dan publikasi menjadi hal penting untuk menjaga keberlanjutan kontribusi akademik,” tutur Dana saat ditemui di Malang, Selasa (20/10/2026).
Dalam rekam jejak risetnya, Dana banyak mendalami isu ekonomi sirkular (circular economy) dan closed-loop supply chain. Melalui pendekatan tersebut, limbah tidak lagi diposisikan sebagai sisa produksi yang terbuang, melainkan sumber daya yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Salah satu implementasinya berlangsung di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Bersama mitra lokal, ia mengkaji pengolahan limbah sekam padi agar berdaya guna tinggi menjadi produk pelet energi dan pupuk organik.
”Penelitian perlu diarahkan agar tidak berhenti pada publikasi saja, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Menjaga iklim riset yang produktif, Dana aktif menggandeng dosen muda dan mahasiswa ke dalam tim kerjanya. Pola kolaboratif ini mencakup pembagian peran yang terukur, kesinambungan topik, serta pendampingan langsung sejak tahap perumusan gagasan hingga penyusunan naskah jurnal ilmiah.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari ekosistem akademik UMM yang suportif, mulai dari peta jalan penelitian yang berkelanjutan hingga kelengkapan fasilitas laboratorium komputasi yang memadai.
”Kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci agar penelitian dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.








