Wujudkan Kampus Berdampak, FTAB UB Serahkan 57 Inovasi Teknologi Tepat Guna Untuk Kelurahan di Kota Malang

Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D.,

Kota Malang, Bhirawa

Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Melalui gelaran Expo 57 Karya Inovasi Alat dan Mesin Teknologi Tepat Guna, FTAB UB resmi meluncurkan gerakan strategis “1 Kelurahan 1 Karya Inovasi” untuk wilayah Kota Malang.

​Tidak sekadar menjadi pajangan laboratorium atau berhenti pada publikasi ilmiah, sebanyak 57 karya inovasi teknologi tepat guna yang dipamerkan langsung diserahkan kepada 57 kelurahan di Kota Malang. Langkah ini menjadi bukti sahih bahwa perguruan tinggi mampu menjadi motor transformasi dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang masif di tingkat akar rumput.

​Dekan FTAB UB, Prof. Ir. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa perguruan tinggi di abad ke-21 tidak boleh lagi menjadi menara gading. Kampus harus hadir di tengah-tengah persoalan riil masyarakat.

​”Inovasi terbaik bukanlah inovasi yang hanya dipublikasikan dalam jurnal, tetapi inovasi yang benar-benar digunakan oleh masyarakat. Inilah esensi teknologi tepat guna; sederhana, mudah diterapkan, murah, namun memberikan dampak yang luar biasa besar,” ujar Prof. Yusuf Hendrawan saat membuka expo secara resmi, Senin 29/6 kemarin

​Penyusunan dan rekayasa puluhan alat penunjang ini melibatkan kolaborasi masif internal kampus. Tercatat ada 856 mahasiswa FTAB UB yang dikerahkan dengan bimbingan intensif dari 102 dosen. Fokus inovasi yang dilahirkan pun sangat beragam dan menyentuh sektor-sektor krusial, mulai dari ketahanan pangan, agroindustri, lingkungan, ekonomi sirkular, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

​Lebih lanjut, Prof. Yusuf menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung penuh prioritas Rektor Universitas Brawijaya melalui Program Kampung Lingkar Kampus (KLK). Melalui KLK, UB berkomitmen membangun hubungan harmonis dan erat dengan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan kampus benar-benar menjelma sebagai sumber kesejahteraan dan inovasi.

​Di samping itu, gerakan “1 Kelurahan 1 Karya Inovasi” ini juga menjadi implementasi nyata dari pencapaian berbagai poin Sustainable Development Goals (SDGs)—seperti pengentasan kemiskinan, energi bersih, dan kemitraan untuk pembangunan—sekaligus selaras dengan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

​”Pemerintah pusat menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan pangan dan ekonomi kerakyatan. Kami meyakini Indonesia yang kuat dibangun dari kelurahan, desa, UMKM, dan petani yang memperoleh akses terhadap inovasi,” tambahnya.

​Apresiasi tinggi pun disampaikan oleh Dekan FTAB UB kepada jajaran Pemerintah Kota Malang, para lurah, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa yang telah berkolaborasi menyukseskan hilirisasi teknologi ini. Pihak kampus berharap penyerahan alat dan mesin ini menjadi pemantik awal bagi lahirnya ruang-ruang produktif yang memperkuat daya sang ekonomi masyarakat Kota Malang secara berkelanjutan.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *