Malang, Bhirawa – Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat ekosistem keilmuan berbuah manis di kancah internasional. Kampus Putih dinobatkan sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik peringkat pertama se-Indonesia pada kategori Research versi SCImago Institutions Rankings (SCImagoIR) 2026.
Pencapaian bergengsi ini menjadi bukti konkret atas produktivitas, mutu publikasi, serta dampak riset yang dihasilkan para akademisi UMM bagi perkembangan sains dan solusi di masyarakat.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan torehan ini patut disyukuri sekaligus menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh sivitas akademika agar tidak lekas berpuas diri.
”Kita tentu bangga atas capaian ini, tetapi jangan sampai membuat kita berpuas diri. Justru, pengakuan ini harus menjadi motivasi kuat untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar keunggulan riset ke depan,” ujar Salis di Malang, Jumat (6/11).
Dalam sistem penilaian SCImagoIR 2026, kategori riset memegang peranan krusial dengan bobot mencapai 50 persen dari total penilaian institusi. Metodologinya mencakup 11 indikator komprehensif, mulai dari volume publikasi ilmiah, dampak sitasi, kualitas jurnal, kolaborasi internasional, keterbukaan akses (open access), hingga kontribusi peneliti terhadap inovasi.
Salis menjelaskan, UMM terus berupaya menggenjot produktivitas penelitian dari segi kuantitas maupun kualitas. Arah kebijakan riset kini kian ditransformasikan menuju riset terapan yang berorientasi hilirisasi guna menjawab persoalan industri serta kebutuhan riil masyarakat.
Langkah integratif tersebut diselaraskan dengan fungsi pengajaran. Sebagai Teaching University, hasil penelitian dosen dirancang sebagai rujukan materi ajar di kelas serta ruang keterlibatan aktif bagi mahasiswa.
”Riset harus menyatu dengan proses pembelajaran. Dengan begitu, dosen dapat melibatkan langsung mahasiswa dan menyalurkan ilmu terkini dari temuan-temuan mutakhir,” paparnya.
Akselerasi riset UMM didukung ekosistem terpadu antarelemen kampus:
LPPM: Memfasilitasi dan mengawal penelitian sejak tahap gagasan awal.
Dirsaintek: Mengembangkan riset menuju bentuk prototipe siap guna.
UPT HKI: Memberikan perlindungan hak kekayaan intelektual atas inovasi civitas akademika.
LPPI: Mengawal dan memperluas jaringan publikasi ilmiah terindeks global.
Melalui sinergi kelembagaan dan pembukaan akses pendanaan serta kemitraan korporasi, UMM menargetkan agar karya-karya inovasi tidak hanya berhenti di lembar jurnal akademik, melainkan mampu dihilirisasi menjadi produk nyata yang membawa dampak positif luas bagi mmasyarakat.mut








