Mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang Sabet Gelar ‘The Best W9 Style’ di Malang Modifest Vol 3

Malang, Bhirawa-Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sabet The Best W9 Style’ di Malang Modifest Vol 3 yang berlangsung di Transmart MX Mall Malang.

Ajang ini pembuktian bagi Dibyokaryono Timoteus. Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN,  yang akrab disapa Timo ‘Antimojolali’ tersebut sukses memboyong penghargaan pada kompetisi otomotif tingkat Nusantara yang diinisiasi oleh ENZ Garage ini.

Ia bersaing dengan  ratusan peserta dari pelbagai daerah, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Lombok. Panitia membuka 13 Main Class (kelas utama) serta puluhan kategori meet-up dan perebutan takhta King.

​Gelar bergengsi tersebut diraih Timo berkat kolaborasi solid bersama tim pendukung yang merupakan sesama mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang, yakni M. Reza Caesar Ary, Moch. Naufal Zaky R., Gary Gamawanto, dan Farrel Aditya Pramono. Sentuhan teknis khas mahasiswa mesin serta estetika presisi berhasil mencuri perhatian dewan juri dari Ototrend.

​Timo menuturkan, capaian ini lahir dari proses panjang dan kerja keras tim di bengkel di sela padatnya aktivitas akademik kampus.

Baca Juga: Mahasiswa Teknik Industri ITN Malang Ciptakan Alat Tepat Guna Dongkrak Produksi UKM

​”Sejak awal kami ingin membuktikan bahwa riset dan praktik mahasiswa Teknik Mesin ITN Malang tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diuji langsung di ajang kontes modifikasi motor tingkat nasional. Gelar The Best W9 Style ini merupakan bonus dari konsistensi kami menjaga detail,” ujar Timo saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang.

​Dalam ajang tersebut, Timo menerunkan tiga unit kendaraan pada kategori Meet Up Class, yakni Honda GL Pro (kelas Classic Minimalis), Honda Grand Astrea (Street Engine), dan Honda Megapro GL Series (kategori Honda Modifikasi). Dari ketiga unit itu, Honda Megapro miliknya berhasil menembus nominasi utama.

​Ia menjelaskan, motor tersebut awalnya dikonsep untuk kelas Honda Modifikasi. Namun, setelah dilakukan penggantian velg jari-jari atas saran dewan juri untuk memperkuat nilai seni visual, karyanya masuk dalam kategori W9 Style (Walisongo Style). Aliran modifikasi ini merupakan subkultur khas Herex Jawa Timuran yang populer di kalangan pecinta motor sport 4-tak lawas Honda GL Series.

​Proses pengerjaan terbilang cukup menantang lantaran digarap dalam kurun waktu dua minggu di tengah jadwal revisi tugas akhir dan pengurusan administrasi kampus.

​”Inspirasinya dari ciri khas Walisongo tromol kecil. Saya melakukan penataan ulang pada kaliper, tabung minyak rem, tromol, dan velg. Bagian paling rumit adalah menyelaraskan penataan velg dan tromol belakang karena keterbatasan waktu. Tromol depan dipindah ke belakang dan dicantum ulang agar rakitan rujinya simetris,” papar pemuda asal Yogyakarta tersebut.

​Meski sempat mengalami insiden kecelakaan ringan saat membawa kendaraan menuju lokasi pendaftaran pada hari pelaksanaan, tim tetap berhasil menyelesaikan proses loading tepat waktu.

​Usai mengamankan gelar The Best W9 Style, Timo dan tim kini bersiap menghadapi kejuaraan berikutnya di Surabaya pada akhir Agustus serta gelaran di Denpasar, Bali, pada 11–12 September mendatang. Untuk kompetisi mendatang, tim ITN Malang berencana melakukan upgrade komponen, seperti block engine CNC, front shockbreaker, hingga preload shock belakang.

​Keberhasilan ini mempertegas komitmen ITN Malang dalam memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi terapan dan karya nyata yang mampu bersaing di tingkat nasional.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *